Selasa, 13 November 2012

Bus, Raja Jalanan di Indonesia

Jalanan di Indonesia kadang-kadang yang berlaku adalah hukum rimba. Siapa yang kuat (atau sekedar nekad) akan mendapat jalan, dimana kendaraan lain terpaksa mengalah dan memberi jalan. Berdasarkan ukuran, bus memang layak menyandang predikat raja jalanan. Mungkin berdasarkan ukuran masih kalah dibanding truck pengangkut peti kemas, tapi dari segi kecepatan dan jumlahnya, bus tetap juara. Jangankan bus malam antar kota-antar propinsi (AKAP), bus kota ataupun sekelas metromini di tengah kota saja tetap ugal-ugalan. Walaupun begitu, tetap saja ada sebagian orang yang mencintai bus seperti yang tergabung di Bus Mania Community (BMC, www.bismania.org).

Bus Tingkat jadul di Jakarta yang terakhir beroperasi tahun 1996 dengan mesin Volvo dan transmisi otomatis
Bus Tingkat modern Werkudara yang beroperasi di Solo



  • Sejarah Bus
Bus atau sering juga disebut bis berasal dari bahasa Latin: omnibus. Omni artinya untuk semua, jadi maksudnya kendaraan untuk semua. Pada mulanya omnibus adalah kereta kuda besar yang bisa mengangkut 8-12 orang sekaligus. Pada tahun 1830-an bus bertenaga uap mulai ada. Seiring perkembangan zaman, bus bertenaga mesin konvensional diawali bus troli elektronik yang berfungsi dengan seperangkat kabel yang ada di beberapa tempat dengan jumlah banyak. Bus bertenaga mesin pertama muncul bersamaan dengan perkembangan mobil. Setelah bus bertenaga mesin pertama pada tahun 1895, berbagai macam model dikembangkan pada tahun 1900-an, sampai akhirnya tersebar luas bentuk bus yang utuh mulai dari tahun 1950-an. Bus mulai beredar luas saat perang dunia I, ketika kereta api banyak digunakan untuk keperluan perang dan kendaraan pribadi belum banyak. Saat itu, omnibus bermotor disebut autobus. Hingga saat ini, Prancis dan Inggris masih menggunakan istilah tersebut. 
Omnibus di London: Bus Pertama di Dunia yang masih ditarik kuda
  • Bus di Indonesia
Menurut Joko Puspitomurti, Ketua BMC, bus diperkirakan masuk Indonesia sekitar pertengahan 1930-an. Bus menjadi cepat populer di Indonesia akibat lambannya perkembangan infrastruktur kereta api dan pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk. Pembangunan jalur kereta api memerlukan biaya yang sangat besar, sementara bus relatif bisa menjelajahi jalan-jalan seadanya.
Di awal kemunculan bus, Sasis,mesin berikut body didatangkan utuh dari negara asalnya. Kebanyakan dari Amerika dan Eropa. Sebut saja Dodge dan Ford dari negara Paman Sam, seta Mercedes Benz atau Volvo dari Eropa. Saat ini, di Indonesia telah banyak perusahaan karoseri yang membuat body serta interior bus sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Salah satu bus pertama di Indonesia
Bus Jadul Kuno yang beroperasi di Sumatra Utara
Bis Jadul masa kolonial Belanda

Bus di Indonesia pada umumnya dibagi menjadi beberapa kelas seperti Ekonomi (sering disebut bumel), AC-Ekonomi, Patas, Patas AC, VIP, Executive dan Super Executive. Selain itu beberapa perusahaan bus carteran / pariwisata ada yang menyediakan bus mewah seperti PO Nusantara dengan Cyber-Bus (sering disebut omah-mlaku) atau Premium Bus dari Big Bird.
Bus Kelas Ekonomi kebanyakan memiliki kapasitas 54 seat (2 kursi di sisi kiri dan 3 di kanan) dan bahkan bila masih ada penumpang ditambah kursi plastik atau kayu di lorong bus. Tarif-nya jelas murah. Untuk jurusan Surabaya-Yogyakarta cukup Rp38.000,-. Beberapa perusahaan bus kini ada yang menyediakan fasilitas AC untuk kelas Ekonomi dengan tarif sama. Misalnya PO Mira dan PO Sumber Selamat.

PO Mira AC-Ekonomi jurusan Yogyakarta-Surabaya
Interior Bus AC-Ekonomi
Bus Patas (Cepat-Terbatas) biasanya memiliki konfigurasi kursi 2-2 yang lebih nyaman dan tidak menaikkan penumpang di luar terminal atau agen perjalanan. Sebagian besar sudah dilengkapi AC namun ada juga yang tidak. Tarifnya tentu lebih mahal dari bus bumel. Bus Patas AC Eka jurusan Yogyakarta-Surabaya mematok harga Rp64.000,- hampir  dua kali lipat harga tiket bus ekonomi.
PO Eka Patas AC jurusan Surabaya-Yogyakarta
Interior Bus Patas AC
Bus VIP memiliki fasilitas lebih baik dibanding Patas AC. Jumlah seat hanya 32 dengan toilet dan TV + DVD. Biasanya bus VIP melayani rute jarak jauh dengan waktu tempuh semalam atau lebih. Bus Executive memiliki ruang kaki yang lebih longgar dengan jumlah seat sekitar 26. Sementara kelas Super Executive atau di PO Raya disebut kelas Big Top memiliki konfigurasi hanya 1 seat di sebelah kiri dan 2 seat di kanan dengan kapasitas total 20 seat.
PO Lorena Super Executive 
Interior Bus VIP-Class (PO Gajah Mungkur Sejahtera Jakarta-Wonogiri)
Interior Bus Executive Lorena dengan leg-rest dan smoking area di samping toilet belakang
Interior Bus Super Executive Lorena dengan konfigurasi seat 2-1 
Bus Pariwisata akhir-akhir ini juga berkembang semakin nyaman dan mewah. Bila dua dekade lalu bus pariwisata didominasi bus malam bekas, saat ini bus pariwisata justru tampil mewah dengan berbagai fasilitas terbaik. Salah satu yang sedang happening adalah peluncuran Big Bird Premium Bus. Armadanya berbasis Mitsubishi Fuso FE-series midsize bus berkapasitas 12 seat. Sebagai informasi, bus ukuran ini biasanya dijejali hingga 25 seat. Fasilitasnyapun cukup mewah: toilet, wi-fi, mini-bar, mini-refrigerator, latest audio-video system, karaoke dengan lebih dari 2000 pilihan lagu, desain interior dengan kursi yang lega dan nyaman, dan pengemudi pilihan dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Harga sewanya Rp 4 juta per hari. Bagian dari Blue Bird Group ini juga berencana mengambangkan armada Premium Bus ukuran fullsize bus berbasis Mercedes Benz OH 1626 pada Desember 2012.
Big Bird Premium Bus, senyaman pesawat kelas bisnis di darat
Interior Big Bird Premium Bus 
PO Nusantara pada tahun 2008 meluncurkan bus pariwisata mewah bernama Omah Mlaku (rumah berjalan). Sebuah Volvo B12M full size bus yang karoserinya merupakan karya terbaik Adiputro, adalah bus pariwisata termewah di Indonesia saat ini. Inilah five star hotel lounge berjalan dengan pemandangan terbaik karena bisa menyajikan keindahan alam selama perjalanan sesuai tujuan anda. Semua kemewahan yang anda harapkan ada dalam bus bermesin Volvo 12.000cc (dengan posisi di tengah untuk center of gravity dan kesenyapan lebih baik) dan bersuspensi udara ini: 3 LCD TV (sebuah 32" dan dua buah 20") dilengkapi front CCTV bila ingin melihat situasi jalan, home theatre, karaoke, kursi pijat elektrik, toilet, kitchen set, bahkan tempat tidur! PO Nusantara bekerjasama dengan provider Indosat juga menyediakan jaringan 3.5 G broadband, dengan teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) memberikan layanan data/intrrnet dengan kecepatan hingga 3,6 Mpbs. Bus seharga sekitar 3 miliar ini disewakan 6,5 juta per hari saat peluncurannya.
Omah Mlaku atau Cyber Bus: Bus Pariwisata Mewah dari PO Nusantara


Denah Fasilitas Interior Omah Mlaku 
Interior Omah Mlaku, Bus Pariwisata Paling Mewah di Indonesia


Fakta Unik Tentang Bus
Balapan Bus (Bus Race)
Walaupun ditakdirkan sebagai alat transportasi masal yang mengutamakan daya angkut dan kenyamanan, bukan berarti tidak ada yang tergoda untuk memacu adrenalin dengan balapan bus. Sudah menjadi rahasia umum bahwa bus sering balapan secara ilegal di jalanan. Beberapa bus legendaris dalam hal kebut-kebutan di jalan antara lain Sumber Kencono (Yogyakarta-Surabaya) dan Lorena (Jakarta-Surabaya-Denpasar).
PO Sumber Kencono jadul era 80-an masih memakai Mercedes Benz (saat ini semua dengan armada Hino), saat itu predikat raja jalanan Jawa Timur masih dipegang Akas/Mila Sejahtera.
Di luar negeri, ada balapan bis legal, walaupun kompetisi ini relatif hanya sebagai hiburan belaka. Bus yang digunakanpun bus reguler yang tidak terlalu banyak mengalami modifikasi. Salah satunya adalah balapan bus sekolah yang diadakan untuk memeriahkan The Delaware County Fair pada tahun 2007. Balapan bus juga banyak digemari sebagai permainan on-line. Bahkan di Indonesia beberapa game mengacu pada kondisi sebenarnya di jalanan tanah-air. Anda bisa memacu Sumber Kencono untuk menyalip Rosalia Indah, atau mengejar PO Sinar Jaya dengan Nusantara bermesin Scania di jalur pantura.
Balapan Bus sekolah di Amerika Serikat
Game Balapan Bus Indonesia 

Bus Para Celebrity
Daya angkut bus ternyata mampu menggoda para celebrity untuk menggunakannya, terutama saat harus syuting dalam jangka waktu lama di beberapa tempat yang jauh dari rumah. Tentu bukan sembarangan bus yang digunakan. Bus mereka paling tidak semewah rumah sendiri. Celebrity Coach adalah perusahan yang menjual dan menyewakan bus untuk keperluan celebrity. Sebagian besar artis Hollywood pernah merasakan kemewahannya saat konser keliling Amerika atau syuting tanpa perlu pusing memikirkan barang bawaan mereka yang seramai perkakas lenong.
Bus Black Max: Hollywood Celebrity Bus
Interior Bus Black Max
Busyang digunakan Ashton Kutcher: hotel 2 tingkat berjalan

 Bus Kepresidenan
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pernah menggunakan bus untuk keperluan kampanye-nya. Bus seharga Rp 9,5 miliar ( USD 1,100,000) ini dilengkapi dengan body anti peluru, sistem komunikasi canggih dan lampu sirine disamping berbagai kemewahan standar kepresidenan. 

Bus Kepresidenan Barack Obama

Bus Unik
Bus Unik Pakistan
Bus Amphibi dari Malta, bus wisata di negara kepulauan ini benar-benar bisa berjalan di dua alam
Racing Bus ini memang bukan bus betulan, ini adalah funny car khusus drag race yang dimodifikasi
Harga dan Spec Bus


Hino R-Series:
- harga: 602 juta (chassis + mesin off the road, Jakarta)
- Mesin: 7.700 cc 260 hp/2500 rpm 


Mercedes Benz OH 1526
- Harga: 647 juta  (chassis + mesin off the road, Jakarta)
- Mesin: 6.400 cc 260 hp/2200 rpm

Scania K380
- Harga: 1,1 M (chassis + mesin off the road, Jakarta)
- Mesin: 12.000 cc 380 hp/1900rpm

Volvo B12M
- Harga: > Rp 1 M
- Mesin: 12.000 cc 420 hp



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar